Lahir di Incheon dan menghabiskan waktunya berada di Seoul, Han Shihyun menjadi anak kedua dari pasangan yang sama-sama menggeluti dunia seni, Han Jaebeom dan Chae Kyungmi. Sang ayah merupakan dosen Fakultas Drama di Korea National University of Arts (K’ARTS), sementara ibunya adalah guru kesenian Shindong Middle School serta mantan pemain teater musikal. Dia memiliki seorang kakak, Han Jaehyuk, enam tahun di atas dirinya … dan tidak dapat dijumpa kembali.

Han Jaehyuk dulunya adalah seorang pemain teater yang handal sejak berusia tiga belas tahun—artinya Shihyun masih tujuh tahun. Bahkan, /dia/ sudah sering tampil dalam acara dan festival tingkat nasional bersama tim sekolahnya. Han bersaudara ini tergolong sebagai saudara yang akrab, sehingga Jaehyuk banyak menginspirasi Shihyun untuk menggeluti dunia teater lebih dalam lagi. Selain itu, sifat tenang dan berwibawa dari sang kakak membuat Shihyun semakin mengagumi /dia/. Semenjak itulah, dia pun turut mencoba apa yang dinamakan dunia teater dengan mempelajari berbagai hal di dalamnya, termasuk akting.

Namun, semua inspirasi dan kebahagiaannya bersama sang kakak, seketika kandas kala Shihyun menginjak tahun akhir sekolah menengah pertama.

Pada waktu itu, Shihyun menyadari bahwa lama-kelamaan, Jaehyuk mengalami perubahan ketika berusia 20 tahun. Kala itu, sang kakak pernah mengalami sebuah kecelakaan dan menjadi korban tabrak lari setelah selesai berlatih dengan teman satu klubnya. Meski Shihyun merasa bahwa kakaknya hanya mengalami luka pada bagian kepala, namun waktu satu bulan untuk dirawat inap sama sekali tidak masuk akal.

Pernah sekali ia bertanya pada ibunya, namun hanya dijawab dengan senyuman tipis semata.

Setelah sebulan itu, Shihyun sama sekali tidak mengenal sosok Jaehyuk yang selama ini menjadi inspirasinya. Sang kakak mudah mengurung diri, atau seringkali menjawab dingin serta mengusir ketika ia mengetuk pintu kamar. Maka, semenjak itu pula hubungan mereka semakin renggang. Padahal, Shihyun ingin menceritakan semua tentang keikutsertaannya dalam berbagai audisi, dan lolos audisi untuk menjadi seorang model.

Penasaran dengan apa yang terjadi, Shihyun pun menemui salah satu kenalan model yang merupakan teman dekat dari Jaehyuk di masa sekolah menengah atas. Lalu, barulah dia mengetahui suatu fakta tentang kakaknya.

Performa Han Jaehyuk semenjak kecelakaan dua tahun lalu menurun. Sang kakak kerap kali salah dalam pelafalan dalam dialog, dan mudah ceroboh untuk menentukan nada. Padahal Shihyun tahu persis, satu keahlian Jaehyuk yang sama sekali tidak bisa dilakukan Shihyun adalah musik, yakni sosok Jaehyuk bermain teater musikal.

"Jaehyuk juga akhir-akhir ini sering berada di ruang musik, namun permainannya memburuk."

Begitu kata teman dari Jaehyuk. Sehingga inilah yang menyadari Shihyun, bahwa memang ada hal aneh yang disembunyikan.

------------

Lalu, malam setelah Shihyun menyadari hal tersebut, menjadi sebuah bencana besar bagi dirinya.

Sepulang dari pertemuan, Jaehyuk yang dicari-cari, ditemukan Shihyun terbujur kaku dekat piano ruang musik kediaman Han. Dengan sebuah gelas kosong bekas kopi di atas piano, yang menjadi objek paling mencolok dari kejadian tersebut.

Terkejut, sungguh. Sebab saat itu, kedua orang tuanya sedang berada di luar kota untuk acara, dan mengharuskan anak-anaknya menetap rumah berdua saja terlebih dahulu.

"형? 형!"

Shihyun menghampiri sang kakak, serta menggoyangkan tubuhnya. Dia hanya berharap bahwa saat ini Jaehyuk akan kembali terbangun karena tidak sengaja tidur di sana.

Sayangnya, nihil. Menyisakan tangan sang kakak yang menjuntai ke bawah begitu saja.

"재혁 형 …."

Muka Shihyun pucat pasi, tenggorokannya tercekat dan tak mampu 'tuk berkata-kata. Di sampingnya terdapat gelas bekas kopi … dan ia menyadari, bahwa terdapat pula sebuah botol kecil yang terhalang oleh cangkir kosong. Begitu dilihat dengan baik, membuat Shihyun secara panik berlari keluar kamar dan menggunakan telepon rumah. Ditekannya tombol 1-1-9 kemudian menunggu seberang sana untuk tersambung, tubuhnya gemetar hebat.

/ "Halo, ada yang bisa dibantu?" /

"HALO? 119? TOLONG KAKAK SAYA, D…DIA KAKU DAN TIDAK SADARKAN DIRI. ALAMAT RUMAH SAYA DI …."

Sebisa mungkin Shihyun menjabarkan apa yang dia lihat di depan mata. Meminta tolong 119 yang merupakan kesatuan unit darurat rumah sakit. Selesai menyampaikan, dia refleks terduduk di dekat telepon rumah. Tubuhnya seakan-akan seperti kehilangan tumpuan, untuk bangkit saja tak mampu.

Kenapa? Jaehyuk 형 … kenapa?

------------

Tak lama kemudian, ambulans tiba di rumah dan membawa Shihyun ke dalamnya. Ayah dan ibu mereka baru tiba keesokan hari, setelah dihubungi Minhyung yang saat ini sudah tidak karuan. Pihak kepolisian juga tiba begitu petugas rumah sakit mengetahui, bahwa yang dimaksud berupa Potassium cyanide dan itu adalah racun berbahaya. Lantas saja, benda-benda tersebut disita oleh pihak berwajib dan ruang musik keluarga Han diberi garis kepolisian.

Menyisakan luka mendalam bagi Shihyun. Bahkan, ketika berada di rumah sakit untuk mengetahui hasil otopsi, sang adik hanya bisa termenung. Pikirannya kacau.

"Shihyun-a … maafkan Eomma."

Saat itu, hanya kata tersebut nan mampu diucapkan sang ibu melalui telepon, menyadarkan Shihyun dari lamunan.

------------

Shihyun pun semakin bingung. Tatapannya tampak begitu kosong, berusaha mencerna situasi nan tengah terjadi di tengah-tengah keluarga mereka. Kejadian ini berlalu begitu cepat, dan sang pemuda masih belum siap untuk menghadapinya.

Sebenarnya, apa yang terjadi?

------------

Hasil otopsi menunjukkan bahwa Jaehyuk memang terkena racun. Sidik jari pun yang terdeteksi hanyalah milik sang kakak. Secara keseluruhan, /dia/ melakukan tindakan bunuh diri.

Hanya saja, ditemukan pula beberapa luka dalam bagian otak dan cukup lama terjadi. Tiada lagi kejadian fatal seorang Jaehyuk, selain kecelakaan dan kematiannya.

Shihyun pun akhirnya mengetahui semua fakta ini setelah diceritakan sang ibu. Jaehyuk meminta beliau untuk tidak memberitahu semua tentangnya pada Shihyun, yang menganggap dirinya adalah seorang panutan.

Semenjak kecelakaan, Jaehyuk didiagnosa mengalami gegar otak. Hasil dari hal tersebut adalah menurunnya kemampuan Jaehyuk, dalam fungsi daya konsentrasi dan pendengaran sang pemuda juga memburuk.

Ini mempengaruhi semua mimpi-mimpinya untuk menjadi seorang aktor, dan merasa frustasi dengan jalannya. Jaehyuk berkata agar Shihyun tidak mengetahui, dan dia akan menjauhi sang adik agar hubungan semakin renggang.

------------

Semua itu, terasa bodoh bagi Han Shihyun.

Semenjak peristiwa kematian sang kakak, Shihyun tidak menyukai jalan dunia hiburan yang dilaluinya. Ini semua terlalu menyakitkan bagi si pemuda, bahkan ketika hendak memasuki masa sekolah menengah atas. Dia juga berhenti untuk mengikuti teater dan bermain piano, yang menjadi aset dan media berharga bagi Han bersaudara.

Meski begitu, satu-satunya kehidupan bagi Shihyun adalah dunia seni. Sang pemuda masih meneruskan bidangnya, serta mengambil klub dance dan melanjutkan pelatihannya sebagai model.

Pendidikan pun masih ditempuh dan kali ini memasuki Hwanjae Arts School, salah satu sekolah menengah atas di Korea Selatan. Dengan begini, seperti inilah kisah mula seorang Han Shihyun, juga jalan yang kini sedang ditempuhnya.

------------

Menempuh jalur impian kakaknya, meski kini tidak disukai oleh sosok Han Shihyun itu sendiri.

sep 24 2020 ∞
sep 24 2020 +